Mentari Ogtaa Virninda yang akrab di panggil Mentari , ya nama Mentari terkenal di sekolah yang cukup eliet kebanyakan anak pejabat yaitu SMA Petra Jaya . Kehidupannya begitu enak , Mentari mempunyai sahabat yang begitu cantik2 , dan anak orang terpandang . Selain itu Mentari mempunyai pacar yang begitu pintar basket , namanya Rangga . Rangga kenal Mentari sejak MOS di sekolahnya . Disitu Rangga menjadi senior dan Mentari jadi juniornya . Mentari ini cewek yang jago nyanyi , pintar di bidang akademik . Tapi itu tak membuat Mentari sombong , Mentari merasa itu masih kurang . Mentari sekolah selalu nyetir mobil . Terkadang Mentari pulang pergi dengan Rangga .
Pada suatu hari yang suasananya lumayan mendung , Rangga mengajak Mentari ke sebuah took buku . Sebenarnya hal itu hanya alas an dimana tujuan utamanya adalah mengajak Mentari untuk makan malam . Rangga pun telah sampai di rumah Mentari .
“ udah siap belum ? “ tanya Rangga
“ udah sayang , jadi ke Toga Mask an ? “ timpal Mentari
“ ya jadi dong sayang , udah ayo kita berangkat “ kata Rangga
Di dalam mobil mereka bercanda tawa , cerita sana situ . Gak kerasa mereka sampai di took Toga Mas . Disana Rangga pun mencari buku yang ingin dia beli . Setelah mendapatkan buku yang di cari langsung di bayar di kasir . Mereka berdua pun meninggalkan toko tersebut . Di dalam mobil mereka berdua hanya berdiam saja .
“ eh kamu habis ini mau ngapain Ri ? “ berusaha membuka pertanyaan
“ ga ngapa-ngapain , emangnya kenapa ? “ tanya Mentari
“ aku mau ngajak kamu makan malam , boleh gak ? “ pinta Rangga
“ maaf Ngga , kepalaku pusing banget “ jawab Mentari dengan lemas
“ oh , ya udah deh gak papa kalo kamu gak bisa “ sambil muka kecewa
Setelah itu mereka berdiam lagi didalam mobil .
Gak kerasa mobil yang di kendarai Rangga sudah sampai di depan rumah Mentari .
“ makasi ya Ri , udah mau nemenin aku ke Toko Buku “ kata Rangga
“ ya masama Ngga “ jawab Mentari
Akhirnya Rangga pulang ke rumahnya . Dalam keadaan nyetir dia berfikir kenapa ya Mentari gak biasa2nya gak mau aku ajak makan malam . Ada apa ya dengan dia ? dia berubah . Perasaan itu yang selalu menyelimuti di hati Rangga . Setelah sampai di rumah Rangga pun mandi dan makan . Malamnya Rangga mencoba menelepon Mentari . Tapi di telepon bolak balik gak diangkat sama Mentari . Akhirnya Rangga kesal dan membanting hpnya .
Keesokan harinya di sekolah Mentari berusaha ingin meminta maaf kepada Rangga bahwa dia gak sengaja gak mengangkat telepon darinya . Di cari-cari Rangga , ternyata di kantin .
“ Ngga maafin aku ya “ kata Mentari
“ emang kamu salah apa ? “ tanya Rangga
“ yang telepon kamu gak aku angkat “ jawab Mentari
“ halah ndak papa , duluan ya “ dengan nada cuek Rangga pun meninggalkan Mentari .
Di dalam hati Mentari , merasakan bahwa Rangga egois , dia selalu berfikir tentang dirinya saja . Tapi biarlah mungkin itu cuman perasaan Mentari doing .
“ Tetteett “ bel sekolah berbunyi menandakan siswa siswi SMA Petra Jaya di perbolehkan pulang
Di parkiran Mentari bertemu dengan Rangga , Mentari mencoba berusaha menyapa Rangga .
“ Hei Rangga ” sapa Mentari
Tetapi sapaan Mentari tidak di gubris sama Rangga .Mentari pun pusing memikirkan Rangga .
Sesampai di rumah , Mentari langsung menelepon sahabatnya yaitu Alienda .
“ halo Alienda “
“ ya ada apa Ri ? “
“ Rangga Lien berubah drastis “
“ berubah gimana sih ? coba cerita ke aku “
“ dia tadi aku sapa di parkiran tetapi dia tidak membalas sapaanku “
“ mungkin perasaanmu saja Ri , mungkin Rangga gak mendengar sapaanmu itu “
“ oh ya sih , makasi ya , aku mau tidur dulu ya Lien “
“ ya , jangan di fikirin lha , stres nanti kamu Lien “
Telepon di matikan oleh Mentari , Mentari pun langsung tidur terlelap .
Bangun-bangun dia merasakan pusing yang amat di kepalanya , rasanya bayangan di kamarnya seakan menjadi putih . Mamanya pun datang di kamar Mentari .
“ Ada apa nak ? “ tanya mama dengan cemas
“ Kepala Mentari pusing banget Ma “ jawab Mentari
“ Ayo pergi ke Rumah Sakit , kita Check Up “ kata Mama
Akhirnya Mama dan Mentari berangkat dengan supir ke rumah sakit karena ayahnya belum datang dari kerja . Setelah sampai di rumahnya mereka langsung menuju ke ruang praktek dan Mentari di periksa . Setelah di periksa dokter menyuruh Mentari untuk memeriksa di Laboratorium .
“ Gimana dok hasilnya ? “ tanya Mama Mentari dengan cemas
“ Gak papa kok Bu anak anda “ jawab Pak Dokter dengan tersenyum
“ Alhamdulillah makasi dok “ kata Mama Mentari
Mereka pun pulang ke rumah , di perjalanan Mentari tetap memegang kepalanya yang pusing itu .
“ Ma , besok Mentari sekolah ya ? “ tanya Mentari
“ Ya ampun nak kondisimu masih kayak gitu “ jawab Mamanya
“ Tapi Ma .. “ omongan Mentari di potong sama ibunya
“ Udah kamu istirahat di rumah “ kata Mama Mentari
